Dosen UTY Kembangkan Mesin Produksi Berbasis Otomasi Untuk UKM

Dosen-dosen UTY foto bersama Kelompok Wanita Tani Rahayu dan Paguyuban industri Bakpia Dusun Jurug, Bangunharjo, Sewon Kabupaten Bantul

Tidak semua usaha kecil menengah (UKM) yang ada di Yogyakarta telah memanfaatkan teknologi yang lebih efektif dan efisien dalam melakukan produksi. Banyak diantara UKM yang ada saat ini, masih menggunakan cara konvensional, sehingga waktu pengerjaan lebih lama dan kuantitas produksinya rendah. Kondisi ini tentu saja menjadi hambatan tersendiri bagi UKM untuk berkembang dan bersaing di era global.

Berangkat dari keprihatinan tersebut 3 orang dosen prodi Teknik Industri dan Sistem Komputer UTY, yaitu Y. Anton Nugroho, S.T., M.T., M.T., Ari Zaqi Al Faritsy, S.T., M.T., dan Ari Sugiharto, S.Si., M.Eng berhasil mengimplementasikan mesin produksi nugget tempe serta mesin pencampur dan pemasak kumbu bakpia otomatis kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Rahayu dan Paguyuban Industri Bakpia Dusun Jurug, Desa Bangunharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul. Kegiatan ini terselenggara melalui Progam Hibah Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang merupakan bentuk kerjasama Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Ditlitabmas) Dirjen Dikti Kemenristek Dikti dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Teknologi Yogyakarta.

Ibu-ibu Wanita Tani dan Paguyuban Industri Bakpia Dusun Jurug, antusias mengikuti penyuluhan dari Dosen-dosen UTY

 “Ibu-ibu pengrajin bakpia di dusun Jurug sangat antusias terhadap mesin yang diberikan karena dapat mempercepat dan mempermudah pekerjaan,” kata Ketua Paguyuban Industri Bakpia, Cicilia Sunarni pada acara sosialisasi dan pelatihan penggunaan mesin, peningkatan kualitas, dan peningkatan pemasaran, Selasa (10/07). Ketua KWT Rahayu, Sumarni, menambahkan “mesin pembuat nugget saat ini sudah dimanfaatkan dengan baik dan mampu meningkatkan kesejahteraan anggota KWT Rahayu.”

Bejo Hadiraharjo, Kepala Dukuh Jurug, menambahkan “Kehadiran dan bantuan dosen-dosen UTY sangat membantu dan bermanfaat bagi masyarakat di Dusun Jurug. Diharapkan pada tahun mendatang program serupa dapat dijalankan untuk meningkatkan produksi usaha-usaha lainnya.” Sambutan positif lainnya juga disampaikan oleh Rubinem, PPL Kecamatan Sewon, “Program Pengabdian dari UTY mampu mengimplementasikan teknologi untuk mempermudah pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.”

Program pendampingan ini berlangsung selama satu tahun yang telah dimulai sejak Januari hingga Desember 2018.  “Kami berkomitmen untuk mengembangkan usaha nugget dan bakpia yang dilakukan oleh warga Jurug menjadi suatu produk yang dapat diterima masyarakat secara luas melalui program yang kami jalankan” ungkap Ketua Tim PKMY. Anton Nugroho, S.T., M.T. M.T.