Mahasiswa UTY Ciptakan Potensi Ekonomi dari Limbah Bunga

Vina Serila, Titi Khairani dan Dosen Pembimbing Septi Diana Sari, M.Sc (paling kiri)

Indonesia merupakan negara yang memiliki sumber daya alam yang melimpah. Salah satu kekayaan alam yang banyak ditemukan di Indonesia adalah beraneka ragam bunga yang tumbuh di negeri ini. Bunga-bunga di Indonesia memiliki berbagai jenis, cirri khas dan keunikan masing-masing. Dewasa ini, bunga menjadi salah satu sumber penghasilan masyarakat dan memiliki nilai jual yang semakin tinggi karena semakin banyak diminati untuk keperluan berbagai kegiatan. Namun, bunga-bunga yang diminati dan laku di pasaran hanyalah bunga-bunga dengan kondisi segar dan layak. Bunga-bunga tersebut dimanfaatkan untuk digunakan sebagai rangkaian bunga, dekorasi maupun untuk diberikan sebagai buah tangan. Bunga-bunga akan memiliki nilai ekonomis yang tinggi apabila bunga-bunga tersebut dalam keadaan yang baik, jika sudah hilang fungsinya maka pada akhirnya hanya akan dianggap sebagai limbah yang tidak dapat dimanfaatkan lagi.

Cermat melihat peluang, tim mahasiswa UTY menunjukkan kreatifitas dengan mengolah limbah bunga dan menciptakan sebuah produk yang bermanfaat dan memiliki nilai jual tinggi yakni produk dekorasi pigura hiasan inovatif. Sebagai daerah yang memiliki bentang alam fluvial yang didominasi alluvial yang sangat subur Daerah Istimewa Yogyakarta sangat unggul dalam pertumbuhan berbagai jenis bunga.

Dalam Program Kreatifitas Mahasiswa, tim yang terdiri dari mahasiswa Program Studi Manajemen yakni Vina Serila, Titi Khairani dan Fajrul Falah ini menciptakan branding E- Flow (Everlasting Flower) dengan harga produk yang dipatok mulai Rp 25.000,-. Memanfaatkan teknologi internet yang semakin canggih, pemasaran pun dilakukan dengan system online untuk meraup target pasar seluas-luasnya. Selain itu, penjualan secara langsung dilakukan rutin di pasar tumpah Minggu Pagi di UGM serta berbagai event lainnya.

Didukung oleh pengarahan dosen pembimbing Septi Diana Sari, S.E., M.Sc, tim mahasiswa mengutamakan kreatifitas ide-ide mahasiswa yang unik dan kekinian. “Produk dekorasi figura ini berpotensi untuk menjadi hiasan cindera mata unik daerah Yogyakarta. Sehingga dapat berkontribusi pada pemasukan daerah di sector ekonomi dan pariwisata yang terus berkembang,” ungkapnya.

Proses pembuatan figura berhias bunga ini cukup sederhana yakni dengan tambahan adonan bubuk gypsum, sehingga tidak memakan memerlukan banyak waktu. Ketua tim program, Vina Serila menyatakan bahwa program kreatif ini dapat meningkatkan motivasi masyarakat untuk terdorong ikut serta dalam memanfaatkan potensi yang ada menjadi suatu usaha yang menguntungkan dan membuka peluang bagi sentra usaha kecil dan menengah serta pengrajin Yogyakarta. “Kami juga berharap program ini turut berkontribusi dalam upaya pemerintah untuk meningkatkan jumlah wirausaha muda melalui program industry kreatif,” tambahnya. Kedepannya, program ini akan terus dikelola dengan pengembangan inovasi terbaru agar nilai ekonomi yang dimiliki terus meningkat.