Kuliah Praktisi ”Project Management”, UTY Hadirkan Direktur Operasi BUMN

Ir. Kuntari Laksmitadewi Wahyuningdyah, M.Eng, Sc sedang memaparkan materi dipandu Danny Setiawan, ST.,MSc dosen Teknik Sipil UTY, sebagai moderator

Manajemen/pengelolaan proyek mengalami perkembangan pesat seiring berkembangnya permasalahan di lapangan, yang terkait dengan lingkungan eksternal. Kesuksesan suatu proyek diukur dengan terselesaikannya proyek tersebut sesuai dengan rencana dan kualifikasi yang ditargetkan, dengan mengatasi kendala waktu, biaya, sumberdaya, resiko, alam, dan lain-lain, kata Ir. Kuntari Laksmitadewi Wahyuningdyah.,M.Eng.Sc, Direktur Operasi PT Pupuk Indonesia Energi, sebuah perusahaan BUMN yang bergerak di bidang energi, dalam acara kuliah praktisi di Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY). Acara tersebut diselenggarakan dalam rangkaian Academic Excellence Day, pada hari Sabtu (4/8/18).

Dalam kesempatan itu Tata (panggilan akrab Kuntari) menyampaikan pengalaman dan strategi-strategi yang telah ia jalankan dalam mengelola proyek-proyek berskala nasional bernilai triliunan rupiah. Diantaranya, ia bercerita pengalamannya ketika diminta untuk mengeksekusi proyek senilai Rp 1,2 triliun, akan tetapi modal yang didapat dari induk perusahaannya hanya Rp 100 miliar. Untuk itu, Tata harus memutar otak untuk membiayai proyek tersebut. Dan akhirnya proyek tersebut berhasil diselesaikan sesuai rencana/target, ungkapnya.

Mengawali kuliah umum kepada dosen dan mahasiswa UTY  yang bertajuk “Project management fundamental” tersebut, Tata menjelaskan bahwa project management merupakan pengelolaan aktifitas-aktifitas secara sistematis yang bersifat sementara untuk menghasilkan produk atau jasa yang unik dengan time-frame tertentu, terdiri dari proses pengenalan, perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan penutupan sehingga tercapai tujuan secara efektif dan efisien (PDCA). Untuk itu project sangat perlu di-manage, jelasnya.

Lebih lanjut, secara rinci Tata menjelaskan project management activities, yang terdiri dari delapan project, yakni, project scope management, project time management, project cost management, project quality management, project communication management, project risk management dan project procurement management.

Penjelasan Tata menjadi sangat menarik dan mudah dipahami, karena mengambil contoh salah satu project yang ditangani PT Pupuk Indonesia Energi yakni Gresik Gas Cogeneration Plant (GGCP).

Ia menjelaskan, lingkup manajemen proyek (project scope management) merupakan total jumlah kegiatan atau pekerjaan yang harus dilakukan untuk menghasilkan produk yang diinginkan oleh proyek tersebut. Adapun batasan lingkup proyek meliputi kuantitas, kualitas, spesifikasi dan kriteria penting yang harus jelas agar tidak terjadi penambahan dan pengurangan.

Dengan mengambil contoh di GGCP ia menyampaikan bahwa scope yang dirancang diantaranya kapasitas yang terdiri Gas Turbine Generator (GTG): 22 MW (Gross) at Site conditions, Heat Recovery Steam Generator (HRSG): 1 x 60 Ton Steam/hour, Gas Package Boiler (PB): 1 x 100 Ton Steam/hour. Adapun supplier dari equipment yang dipakai GTG   : General Electric-Nuovo Pignone (Italy), Boiler : Macchi Boiler (Italy), dan DCS (Distributed Control System) : Schneider-Foxboro.

Selain itu waktu dan jadwal merupakan salah satu sasaran utama proyek. Pengelolaan waktu meliputi perencanaan, penyusunan, dan pengendalian jadwal, dengan mempertimbangkan durasi kerja masing-masing sub project, serta mendefinisikan urutan kerja secara logis. Dengan contoh di GGCP, waktu yang ditetapkan adalah 22 bulan. Penentuan waktu tersebut dengan perhitungan rinci dari semua sub project.

Menurutnya, manajemen biaya proyek adalah serangkaian kegiatan untuk memperkirakan, mengalokasikan, dan mengendalikan biaya dalam proyek. Manjemen biaya meliputi estimasi dan penganggaran, dan pengendalian biaya.

Dalam kuliah umum tersebut Tata juga menjelaskan secara rinci juga tentang project quality management, project communication management, project risk management dan project procurement management.

Para dosen dan mahasiswa sangat antusias mengikuti kuliah umum tersebut. Para mahasiswa yang mengikuti acara tersebut mengungkapkan bahwa mereka mendapatkan sesuatu yang riil di lapangan. Hal ini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan dan  lebih memahamkan teori yang telah diperoleh di bangku kuliah.