Program Kemitraan Wilayah, UTY Kembangkan Kampung Wisata di Kota Yogyakarta

Masyarakat Brontokusuman mengadakan acara budaya Merti Kampung

Tim Program Pengabdian Masyarakat Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) bekerja sama dengan Kemeristekdikti RI menyelenggarakan Program Kemitraaan Wilayah (PKW) berupa pengembangan Kampung Wisata di kampung Brontokusuman dan Rejowinangan Kota Yogyakarta. Pengembangan tersebut bertajuk ‘Peningkatan Citra Visual dan Pemberdayaan Kelembagaan Kampung Wisata Berbasis Komunitas’. Program Kemitraan Wilayah tersebut merupakan program yang berjalan dalam waktu 3 (tiga) tahun, yang telah dimulai pada tahun 2017 yang lalu, tutur Endah Tisnawati, ST., MT Dosen Prodi arsitektur UTY selaku Ketua Tim.

Wakil Walikota Yogyakarta meninjau Kampung Wisata binaan Tim Dosen UTY

Menurut Endah Tisnawati, program tersebut dilatarbelakangi keinginan untuk berpartisipasi dalam mengembangkan desa/kampung wisata yang saat ini sedang digalakkan dan diupayakan untuk dikembangkan oleh PEMDA Kota Yogyakarta, sebagai salah satu jenis daya tarik wisata. Selain itu potensi kampung wisata tersebar di seluruh kecamatan di Kota Yogyakarta yang sangat potensial untuk dikembangkan sebagai nature related tourism. Diantaranya adalah kampung wisata Brotokusuman dan Rejowinangan.

Lebih lanjut Endah Tisnawati menyampaikan bahwa PKW UTY tersebut berupa pendampingan pengembangan wilayah Kampung Wisata Brotokusuman dan Rejowinangan. Pada tahun 2017 atau tahun pertama telah tercapai target penyusunan Rencana Pengembangan Kampung Wisata dan pendampingan perkuatan kelembagaan kelompok wisata di dua wilayah dampingan tersebut. Dokumen Rencana Pengembangan Kampung Wisata merupakan produk yang dihasilkan pada tahun pertama. Sedangkan pada tahun 2018 ini, ia dan timnya menargetkan pelaksanaan kegiatan, berupa penyusunan Rencana Tindak Komunitas (RTK/Community Action Plan) Pengembangan Kampung Wisata, penyusunan Detailed Engineering Design (DED), serta perkuatan aspek ekonomi-sosial-budaya masyarakat. Penyusunan Rencana Tindak Komunitas (RTK) bertujuan agar masyarakat dapat secara mandiri merencanakan dan melaksanakan upaya peningkatan kualitas permukiman mereka, serta memiliki kesadaran untuk memelihara secara terus menerus, jelas Endah Tisnawati, yang didampingi anggota tim terdiri Ir. Hendry P. Brotoatmodjo, MM.,M.Kom, Adwiyah Asyifa, ST., Meng., Desrina Ratriningsih, ST.,M.Sc.

Apa yang dilakukan oleh Endah Tisnawati dan timnya dalam pendampingan pengembangan kampung wisata terutama dari aspek sosial budaya, ekonomi dan penataan lingkungan mendapat sambutan positif dan partisipasi aktif dari masyarakat. Selama dua tahun pendampingan tersebut telah terdapat banyak perubahan lingkungan menuju kampung wisata. Penataan wilayah untuk mendukung terciptanya sebuah kampung wisata terus dilakukan oleh masyarakat.  Selain itu berbagai kegiatan sosial, kesenian dan budaya juga dilakukan masyarakat untuk mendukung terciptanya kampung wisata. 

Keberhasilan dalam membangun kampung wisata di Rejowinangun dan Brontokusuman menunjukkan hasil yang baik. Terbukti dalam lomba Kampung Wisata tingkat Propinsi DIY, tahun 2018, Kampung Wisata Rejowinangun berhasil keluar sebagai juara ke-3. Sementara itu, dalam pelaksanaan Festival Kampung Wisata tingkat Kota Yogyakarta, Kampung Wisata Rejowinangun berhasil keluar sebagai juara ke-2 dan Kampung Wisata Brontokusuman berhasil keluar sebagai juara harapan 1.