Qurban, Menyembelih Nafsu Hewaniyah Dalam Diri

Ribuan jamaah memadati Masjid Besar UTY dan Halaman tengah UTY

Universitas Teknologi Yogyakarta  (UTY) selalu menyelenggarakan Sholat Adha dan Sholat Idul Fitri setiap tahunnya. Sebagaimana pada tahun-tahun sebelumnya, sekitar sepuluh ribuan jamaah dari lingkungan sekitar kampus berbondong-bondong mengikuti sholat Idul Adha 1439 H di Kampus 1 UTY di Jln Siliwangi, Ringroad Utara Jombor Yogyakarta, dan di Kampus 2  UTY Jln. Glagahsari no 63 Yogyakarta, pada hari Rabu (22/8/2018). Adapun Khotib di Kampus 1  Prof. Dr. Ali Ghufron Mukti M.Sc., Ph.D.  Direktur Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia,  sedangkan Khotib di Kampus 2 Prof. Dr. Kamsi, MA, Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., PhD, menyampaikan Khutbah Idul Adha 1439 H di Masjid Besar Kampus 1 UTY

Dalam khotbahnya Prof. Ali Ghufron menyampaikan bahwa Qurban yang disyariatkan pada Hari Raya Idul Adha dan hari-hari Tasyriq, memiliki hikmah yang tidak terhingga. Qurban sebagai ibadah agung yang merefleksikan sifat penghambaan yang ihlas dan syukur kepada Allah SWT. Qurban berasal dari asal kata ‘yaqrabu’ yang berarti mendekat, memiliki makna menjalankan perintah Allah untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Nabi Ibrahim AS mencontohkan bagaimana ketaatan  Beliau atas perintah Allah. Bahkan perintah yang sangat berat, berupa perintah menyembelih putranya yakni Nabi Ismail.

Selain itu, Prof Ali Ghufron menyampaikan bahwa pelajaran yang bisa dipetik dari hikmah ibadah Qurban diantaranya bahwa kesabaran dalam menghadapi beratnya perintah Allah SWT akan membuahkan hasil yang manis, tidak saja di akhirat, tetapi juga di dunia yang saat ini terus berjalan dari satu era ke era berikutnya. Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa saat ini kita tengah berada di era industri 4.0 yang ditandai dengan datangnya tsunami teknologi tinggi,  yang menghancurkan dan mengubah tatanan kehidupan dengan serba digital. Untuk menghadapinya perlu membangun sumber daya yang memiliki kesabaran dan kompetensi.  Empat Kompetensi yang dibutuhkan di era revolusi industri 4.0  terdiri 4C yakni critical thinking, creative, communication, and collaboration.  

Prof. Dr. Kamsi, MA menyampaikan Khutbah di Kampus 2 UTY

Sementara itu Prof. Kamsi menyampaikan bahwa menteladani pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, mengajarkan kita untuk lebih mencintai Allah dan Rasul-Nya daripada yang lain, dengan cara patuh dan taat kepada perintah-perintah-Nya. Ajaran tentang qurban memiliki makna diantaranya mendidik manusia untuk senantiasa bersikap ikhlas dan tulus dalam menempuh hidup dan kehidupannya. Ia menyampaikan bahwa qurban memiliki makna simbolik yang sangat tinggi dalam arti bahwa manusia dididik untuk “Menyembelih nafsu-nafsu hewaniyah yang ada dalam dirinya”, yang berwujud  egoisme, keserakahan, ketamakan. perampokan. perkosaan, eksploitasi manusia atas manusia, korupsi (riswah), penindasan, kesewenangan, dan bentuk-bentuk kernungkaran serta kejahatan lainnya yang haruslah dikekang atau dilenyapkan dalam diri manusia. Selain itu pembagian daging qurban kepada yang membutuhkan juga akan mendidik manusia untuk meningkatkan kepekaan sosial.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Dharma Bhakti IPTEK Drs. H Iskandar Abdurrahman menyerahkan secara simbolis 11 lembu dan 2 ekor kambing dari Yayasan dan Keluarga Besar UTY kepada Ketua Panitia Idul Qurban UTY (no 2 dari kanan), didampingi Rektor UTY (kiri), dan Koordinator Tim Jagal (kanan)

Usai sholat Idul Adha dilakukan penyembelihan hewan qurban. Pada tahun ini UTY menyembelih 11 lembu dan 2 kambing, yang berasal dari Yayasan Dharma Bhakti IPTEK,  para dosen dan karyawan.  Daging qurban didistribusikan kepada masyarakat sekitar Kampus 1, 2 dan 3 UTY, dosen dan karyawan serta sebagian dibagikan ke Panti Asuhan.