Tahun 2018, Periode Strategis Untuk Berbenah

Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti Kemenristekdikti RI Dr. Ir. Patdono Suwignyo, M Eng.Sc menyampaikan materi dipandu moderator Bahagia Tarigan , SE., MSi.

Perguruan Tinggi Swasta memiliki peran yang besar dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Saat ini jumlah mahasiswa baru di Perguruan Tinggi Swasta se-Indonesia sekitar 2 juta orang. Sedangkan mahasiswa baru di Perguruan Tinggi Negeri hanya berkisar 250.000 sampai 300.000 orang, atau hanya kurang dari seperempat dari jumlah mahasiswa PTS, kata Dr. Ir. Patdono Suwignjo, M.Eng.Sc, Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti Kemenristekdikti RI, dalam acara pertemuan dengan Dosen dan Karyawan UTY di Kampus 1 UTY Rabu (5/9/2018). Pertemuan yang diisi materi tentang “Kebijakan Kelembagaan Kemenristekdikti 2015-2019 tersebut dipandu oleh moderator Bahagia Tarigan SE, MSi., Akt., CA.  Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Sumber Daya UTY.

Dalam kapasitasnya sebagai Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti Kemenristekdikti RI, ia sangat mengapresiasi UTY yang telah mengundangnya untuk memberikan informasi terkini terkait kebijakan kelembagaan perguruan tinggi Indonesia,  kata Patdono. Ia menyampaikan bahwa tahun 2018 ini merupakan periode strategis bagi perguruan tinggi untuk berbenah. Ia mengingatkan bahwa saat ini perguruan tinggi harus menyiapkan strategi baru, karena strategi yang bagus dan efektif di tahun-tahun lalu, sudah tidak cocok lagi untuk diterapkan di waktu ke depan. Hal ini dikarenakan adanya revolusi industri 4.0 dan yang ditandai adanya disruptive technology.  Pada era ini teknologi, produk atau jasa yang sudah eksis sebelumnya, eksistensinya terganggu karena adanya temuan teknologi dan inovasi yang baru. Selain itu, menurutnya perlunya strategi baru bagi perguruan tinggi untuk bisa tetap eksis tersebut, dikarenakan telah terbukanya perdagangan produk dan jasa secara global terutama sejak ditandatanginya persetujuan umum tentang tarif dan perdagangan / GATT (General Agreement on Tariffs and Trade). Tantangan baru dalam dunia pendidikan terkait GATT tersebut adalah adanya Open and Distance Learning.

Dalam kesempatan tersebut Patdono juga menyampaikan perlunya statuta yang jelas bagi perguruan tinggi. Karena menurutnya, statuta yang tidak betul atau tidak jelas akan men-demotivasi dosen dan karyawan dalam bekerja, dan bisa menjadi permasalahan dalam pengelolaan suatu perguruan tinggi. Iapun mengapresiasi pengelolaan UTY, yang begitu baik dan terjalin hubungan yang harmonis antara Yayasan dan Jajaran Manajemen Universitas.

Rektor UTY, Dr. Bambang Moertono Setiawan, MM., Akt., CA memberikan sambutan

Sementara itu dalam sambutannya Rektor UTY Dr. Bambang Moertono Setiawan, MM., Akt., CA menyampaikan bahwa UTY saat ini terus berupaya untuk melakukan pembenahan internal. Kehadiran Dirjen Kelembagaan Kemenristekdikti sangat memberi arti bagi UTY dalam rangka membangun tata kelola/manajemen universitas yang sesuai dengan kebijakan kelembagaan Kewmenristekdikti RI.  Menurutnya dengan aturan yang benar maka manajemen akan menjadi dinamis, harmonis, dan universitas akan dapat terus berkembang maju.