Tindaklanjuti MoU, UTY – BBPT Sinergikan Kegiatan Riil Lapangan

Dr. Ir. Suhendar I. Sachoemar dan Dr. Arief Hermawan, MT menandatangani Perjanjian Kerjasama disaksikan Rektor UTY dan Plh Kepala BPPT

Bertempat di Pusat Penelitian ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PUSPITEK), Serpong Jawa Barat (Rabu 17/10/2018) telah dilaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dengan Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY). Perjanjian Kerjasama tersebut ditandatangani oleh Kepala Pusat Pembinaan Pendidikan dan Pelatihan BPPT Dr. Ir. Suhendar I. Sachoemar, MSi dan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Riset UTY Dr. Arief Hermawan, MT. Penandatangan yang disaksikan Rektor UTY dan Plh Kepala BPPT tersebut, merupakan langkah lanjutan dari MoU yang telah ditandatangani Rektor UTY dengan Kepala BPPT beberapa waktu lalu, sebagai dasar dan acuan kegiatan teknis di lapangan.

Dalam sambutannya Rektor UTY Dr. Bambang Moertono Setiawan, MM., Akt, CA menyampaikan bahwa BPPT merupakan lembaga yang selama ini dikenal sebagai gudangnya para ilmuwan dan peneliti. Namun demikian, ternyata setelah masuk ia mendapat sambutan yang sangat familiar oleh para pejabat dan pengelola BPPT, yang secara kebetulan banyak pejabatnya berasal dari sekolah SMP dan SMA tempat ia belajar dulu di Jogja, ungkap Bambang Moertono.

Lebih lanjut, Bambang Moertono menyampaikan bahwa bersinergi dengan BPPT, bagi UTY yang merupakan lembaga pendidikan tinggi, merupakan hal yang sangat positif untuk meningkatkan kualitas keilmuan dan pengetahuan bagi para dosen dan mahasiswa. Untuk itu ia sangat berharap bahwa perjanjian yang ditandatangani tersebut tidak berhenti diatas kertas saja. Namun akan ada tindak lanjut berupa sinergi kegiatan riil di lapangan. Bambang Moertono menyebutkan bahwa Baron Techno Park yang dikelola BPPT merupakan salah satu lahan realisasi kegiatan dari MoU yang sudah ditandatangai tersebut. Melalui kerjasama dengan BPPT tersebut, iapun berharap para dosen dan mahasiswa dapat berperanserta untuk mengaplikasikan teknologi terapan dengan pendekatan multi disiplin ilmu.

Plh Kepala BPPT Prof. Dr. Ir. Wahyu Widodo Pandoe, MSc menyampaikan sambutan disamping Rektor UTY Dr. Bambang Moertono Setiawan, MM., Akt., CA

Sementara itu Plh. Kepala BPPT Prof. Dr. Ir. Wahyu Widodo Pandoe, MSc. menyampaikan bahwa dalam rangka pelaksanaan pembangunan iptek nasional, diseminasi inovasi teknologi dan peningkatan kompetensi sumberdaya manusia, kini BPPT tengah berupaya meningkatkan sinergitas ABG (Akademisi Bisnis Government) dalam berbagai program dan kegiatan. Wahyu berharap sinergitas BPPT dengan UTY, dapat mendukung upaya meningkatkan hasil dan kompetensi kajian iptek yang diperlukan untuk mengatasi tantangan pembangunan pada era industri 4.0.  

Adapun sinergitas program yang dilakukan diantaranya program kegiatan pendidikan dan pelatihan guna mendukung capacity building dibidang teknologi, energi terbarukan, serta penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, kata Wahyu.

Menurut Wahyu, Indonesia kini membutuh kontribusi yang besar dari para akademisi dan ilmuwan untuk kehidupan yang lebih baik, lebih aman dan sejahtera. Ia mencontohkan adanya gelombang ekstrim dari Australia beberapa saat lalu, dan tsunami di Palu baru-baru ini, belum bisa diprediksi secara baik oleh bangsa Indonesia. Sehingga menurutnya, studi gelombang dan monitoring laut tersebut sangat penting, untuk keselamatan nelayan, pantai dan masyarakat pesisir. Wahyu menyampaikan pula bahwa keamanan di laut merupakan hal yang sangat penting bagi Indonesia yang merupakan negara kepulauan. “Pemanfaatan ekonomi maritim memiliki prospek yang besar terhadap kontribusi ekonomi nasional.  Jepang dan negara-negara Eropa ekonomi maritimnya telah berkontribusi lebih dari 60%. Vietnam hampir mencapai 50%. Sedang Indonesia belum mencapai 30%. Sehingga hal tersebut sangat potensial untuk dikembangkan”, kata Wahyu.    

Para Pejabat BPPT dan UTY foto bersama usai penandatanganan Perjanjian Kerjasama

Pada kesempatan tersebut,  wahyu juga  menyampaikan bahwa Indonesia sangat membutuhkan teknologi untuk menghasilkan energi terbarukan.  Hal ini dikarenakan penggunaan bahan bakar minyak untuk energi akan membutuhkan biaya tinggi, karena bahan bakar kita berasal dari luar negeri/import. Wahyu menyampaikan bahwa sebenarnya Indonesia memiliki sumber-sumber alam melimpah yang bisa dijadikan energi terbarukan, berupa angin, sinar matahari, gelombang dan panas bumi.  Namun sumber-sumber tersebut belum secara optimal dimanfaatkan.  

“Prototipe teknologi di Baron Techno Park, merupakan salah satu upaya untuk pemanfaatan teknologi guna menginspirasi masyarakat untuk menghasilkan energi terbarukan di Indonesia. Untuk itu pula, ia sangat mengapresiasi UTY yang menaruh perhatian untuk berkontribusi dalam pengembangan dan pengelolaan Baron Techno Park yang kini oleh pemerintah DIY, dijadikan ikon ‘Teras Rumah Kita ke Laut Selatan.”

Usai penandatangan Perjanjian Kerjasama tersebut delegasi dari UTY diajak berkeliling meninjau Lingkungan BPPT guna mengetahui teknologi-teknologi yang selama ini dikembangkan di BPPT, serta aplikasi teknologi terapan yang sudah berjalan hingga menjadi unit bisnis.