Jumlah Publikasi Ilmiah dan Jurnal Internasional Indonesia Masih Rendah

Prof. dr Ali Ghufron Mukti, MSc, PhD., Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI menyampaikan materi seminar di UTY

Karya ilmiah dan penelitian bangsa Indonesia yang masuk dalam publikasi ilmiah di jurnal terpublikasi internasional jumlahnya masih rendah, jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Terlebih lagi jika dibandingkan dengan Korea Selatan, Jepang, China dan India, jumlah tersebut jauh tertinggal, kata Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D. , Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia dalam acara ‘Seminar Pengembangan Karir Dosen dan Launching Jurnal Internasional’ di Kampus 1 Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY), Sabtu 10 Februari 2018.

Dosen-dosen UTY menyimak paparan Prof. dr. Ali Ghufron Mukti., MSc., PhD

Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan bahwa sampai saat ini Indonesia belum memiliki banyak jurnal bereputasi internasional. Sehingga, hasil riset dosen atau mahasiswa yang akan dipublikasikan di jurnal internasional harus dikirim ke jurnal internasional yang berada diluar negeri. Adapun upaya untuk menembus jurnal ilmiah di luar negeri bukan perkara yang mudah, karena persaingan yang ketat dengan banyaknya animo para peneliti dan penulis, ungkapnya. Ia menyampaikan bahwa sebenarnya dalam beberapa tahun terakhir ini jumlah publikasi ilmiah internasional bangsa Indonesia terus meningkat. Namun negara-negara lain juga terus meningkat.

Menurutnya, jumlah publikasi ilmiah internasional merupakan salah satu faktor penilaian reputasi bidang pendidikan suatu bangsa. Oleh karena itu Prof. Ali Ghufron menyambut sangat baik upaya UTY untuk menerbitkan jurnal internasional. Saat acara seminar tersebut, UTY meluncurkan dua jurnal internasional yakni The International Journal of Science, Engineering and Technology (IJSET), dan The International Journal of Social Science, Education and Human Science. Peluncuran/launching kedua jurnal tersebut dilakukan oleh Prof. Ali Ghufron. Ia menyampaikan bahwa upaya UTY tersebut merupakan hal yang sangat positif dalam upaya ikut meningkatkan reputasi Indonesia dalam bidang pendidikan. Iapun berharap dosen-dosen UTY dapat berperan aktif mempublikasikan karya-karya ilmiah dan penelitiannya yang memiliki kualifikasi internasional pada jurnal yang di launching tersebut. “Oleh karena tugas dan tanggungjawab seorang dosen sudah tertuang dalam tri darma perguruan tinggi, yang salah satunya adalah penelitian, maka karir seorang dosen tidak terlepas dari penelitian. Adapun keberhasilan mempublikasi penelitian atau karya ilmiah di jurnal ilmiah internasional, merupakan poin positif tersendiri dalam upaya meniti karir” kata Prof Ali Ghufron.    

Rektor UTY Dr. Bambang Moertono Setiawan, MM., Akt., CA memberikan sambutan pembukaan seminar

Sementara itu Rektor UTY Dr. Bambang Moertono setiawan, MM., Akt., CA menyampaikan bahwa dunia kini memasuki era revolusi industri 4.0, yang menekankan pola digital economy, artificial intelligence, big data, dan robotic. Pada era ini juga, terjadi revolusi sumber daya manusia. Dimana pada satu sisi akan banyak pekerjaan yang sebelumnya ditangani tenaga manusia diganti dengan otomatisasi, robotika, dan mesin. Sedangkan di sisi lain ada pekerjaan baru yang bermunculan, akan tetapi memerlukan kualifikasi kompetensi yang lebih tinggi.

Menghadapi tantangan tersebut, pengajaran di perguruan tinggi dituntut untuk berubah, termasuk tuntutan kualifikasi dosen yang diharapkan dapat membangun generasi masa depan, ungkapnya. Menurut Bambang Moertono setidaknya terdapat lima kualifikasi dan kompetensi dosen yang dibutuhkan di era revolusi 4.0, yang ditandai dengan perubahan dunia yang sangat cepat. Yakni kompetensi skill berbasis Internet of Thing (IoT), kompetensi bidang riset, kompetensi komersialisasi terhadap teknologi, kompetensi menghadapi arus globalisasi, dan kompetensi membangun strategi masa depan.

Berkaitan dengan revolusi sumber daya tersebut Bambang Moertono menambahkan bahwa pada era ini dosen memiliki tuntutan lebih tinggi, baik dalam kompetensi maupun kemampuan untuk melakukan kolaborasi riset yang berkelas. Kehadiran jurnal internasional UTY diharapkan dapat memacu dosen-dosen UTY untuk lebih berpikir ke depan dan dapat menemukan hal-hal baru untuk solusi masa depan. Ia mentargetkan Jurnal Internasional UTY dapat menjadi salah satu jurnal yang terpublikasi internasional yang terakreditasi dan terindeks Scopus pada masa yang akan datang.