Pelatihan SIBIMA Konstruksi Jembatani dengan Dunia Kerja

Sosialisasi dan pendampingan Pelatihan SIBIMA Konstruksi di UTY

Menyikapi pesatnya perubahan yang terjadi di dunia industri maka termasuk bidang konstruksi menuntut perubahan pola dan pembaharuan materi sesuai dengan tuntutan jaman, agar lulusan tidak ketinggalan jaman, ungkap Hestin  Mulyandari, ST., MT Wakil Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY), saat membuka Pelatihan jarak jauh SIBIMA (Sistem Informasi Belajar Intensif Mandiri) Konstruksi bagi dosen dan mahasiswa Prodi Teknik Sipil dan Arsitektur di Kampus 2 UTY, bberapa waktu lalu.  Pada pelatihan tahap pertama ini  diikuti oleh 109 peserta terdiri dari dosen dan mahasiswa semester VIII FST. Hestin menyampaikan bahwa program pelatihan tersebut merupakan wujud kegiatan/realisasi dari MOU antara Dekanat FST UTY dengan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi DIY, Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional, dan Balai Penerapan Teknologi Konstruksi. MOU yang telah ditandatangani pada tanggal 20 Februari 2018 lalu.  MOU tersebut berisi kerjasama dalam bidang Pendidikan dan Pelatihan, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, dan Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi.

Hestin yang juga sebagai koordinator pelaksana kegiatan SIBIMA menyampaikan bahwa SIBIMA Konstruksi merupakan pelatihan jarak jauh (Distance Learning) Bidang Konstruksi, bagi para tenaga kerja dan pencari kerja bidang konstruksi berbasis teknologi informasi yang kualitasnya sama seperti pelatihan tatap muka. Pelatihan Jarak Jauh (Distance Learning) Bidang Konstruksi bertujuan untuk meningkatkan akses Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) yang bermutu, relevan, dan sesuai dengan kubutuhan jaman.

Lebih lanjut Hestin menjelaskan bahwa pada pelatihan tahap I kali ini berisi empat jenis pelatihan yaitu Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung, Ahli Pengawas Konstruksi Bangunan Gedung, Ahli Muda K3 Konstruksi, dan Ahli Perencana Tata Ruang Wilayah.  Pelatihan dari Balai Penerapan Teknologi Konstruksi sangat berguna bagi dosen Teknik Sipil, Arsitektur, Teknik Industri dan Perencanaan Wilayah Kota untuk mendapatkan pengakuan dari LPJK-N sebanyak 25 point Satuan Kredit Pengembangan Keprofesian (SKPK) untuk Continuing Profeesional Development (CPD). Sedangkan bagi mahasiswa selain mendapatkan 25 point SKPK sebagai persyaratan KUM pada SKA keprofesian setelah lulus, juga berguna untuk mengisi SKPI (Surat Keterangan Pendamping Ijazah) sesuai dengan amanah UU 12/2012 tentang Pendidikan Tinggi, tambahnya.

Sedangkan menurut pejabat Balai Penerapan Teknologi Konstruksi (BPTK) Nofa Fathkur Rakhman, SAP, menyampaikan bahwa aplikasi SIBIMA KONSTRUKSI berisi layanan knowledge management aplikasi teknologi konstruksi, penyediaan spesifikasi teknis, peraturan bidang PUPR dan hal-hal lain yang terkait dengan bidang konstruksi.  Kegiatan Pelatihan ini bertujuan untuk menjembatani antara kegiatan Proses Belajar Mengajar (PBM) dengan dunia kerja/lapangan. Sehingga para peserta diharapkan mampu mengimplementasikan pengetahuan bidang konstruksi sesuai dengan standar kompetensi (SKKNI) yang berlaku, dan dapat lebih cepat menyesuaikan diri dalam dunia kerja nantinya.