Tim Teknik Sipil UTY, Juara 3 Kompetisi Bangunan Air Nasional

Tim Mahasiswa Teknik Sipil UTY juara 3 Kompetisi Bangunan Air Nasional 2018

Tim Mahasiswa Teknik Sipil yang tergabung dalam Forum Kompetisi Perancangan (FKP) Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) kembali berprestasi dalam ajang kompetisi bidang pengairan Nasional . Kali ini berhasil 2 tim yaitu AOI team dan AORARA tim berhasil lolos final. Dan AOI tim menjadi juara 3 pada Kompetisi Bangunan Air Indonesia (KBAI), yang diselenggarakan oleh Universitas Brawijaya (UB), beberapa waktu lalu.

Ketua AOI tim, Rizky menuturkan bahwa kompetisi yang bertajuk “Inovasi Perbaikan dan Pemeliharaan Wilayah Sungai Secara Konservatif di Perkotaan, Sebagai Upaya Pengamanan Terhadap Banjir Berbasis Ekowisata” tersebut diikuti oleh sekitar 25 team yang merupakan delegasi dari sekitar 20 perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia. Rizky menyampaikan, kompetisi tersebut terbagi dalam  tiga tahap. Pada tahap 1 seleksi proposal yang mencakup persoalan teknis dan non teknis daerah sungai.  Rencana tersebut untuk menghasilkan output masterplan kawasan.  Pada tahap 2 pengumuman finalis yang lolos yang harus membuat desain maket dan poster. Sedangkan pada tahap 3 yaitu tahap presentasi finalis yang terbagi menjadi 2 yaitu presentasi maket dan presentasi materi.

Kriteria-kriteria yang ditentukan, meliputi, inovasi yang diterapkan, ketepatan analisis, aspek budaya setempat, estetika dan pengaplikasian desain untuk bisa diterapkan di lapangan. Presentasi disampaikan pada dewan juri untuk memperebutkan juara 1,2,3. Sedangkan kriteria juara maket dan juara poster murni dinilai dari hasil karya yang meliputi estetika, kesesuaian bentuk, kerapian dan kelengkapan.

Para Juara Kompetisi Bangunan air Nasional

Puji Utomo, ST., MT dosen pembimbing AOI Team Mahasiswa Teknik Sipil UTY menyampaikan bahwa karya mahasiswa UTY tersebut unggul dari aspek ketetapan analisis, inovasi serta kemudahan aplikasi di lapangan. Konsep yang diterapkan oleh tim adalah eko hidraulik dalam penggelolaan sungai yaitu dimana semua pembangunan di area sungai harus memperhatikan ekosistem yang sudah ada. Konsep kedua adalah air hujan yang turun harus sebanyak-banyaknya diresapkan ke dalam tanah bukan dipercepat masuk ke sungai. Dari penilaian dewan juri Tim AOI UTY berhasil menjadi juara 3 dengan mengungguli karya dari peserta-peserta dari universitas-universitas lainnya.

Dari hasil penjurian, Juara 1 diraih oleh Tim Universitas Dipenogoro, Juara 2 dimenangkan oleh Tim Institut Teknologi Bandung dan Juara 3 oelh Tim UTY. Adapun juara Maket serta poster dimenangkan oleh Tim Institut Teknologi Nasional Bandung.

Saat ditanya tentang keaktifan di FKP Teknik Sipil dan seringnya mengikuti berbagai even lomba, Rizky menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam kegiatan FKP telah memberinya banyak manfaat.  Rizky yang juga dipercaya sebagai Ketua Devisi Forum Kompetisi Jembatan (FKJ) beberapa waktu lalu, merasa bersyukur dapat mengimplementasikan ilmu Teknik Sipil yang diperoleh di bangku kuliah, dan bisa bersaing dengan Perguruan-perguruan tinggi ternama di Indonesia. Selain itu juga bisa berkumpul dengan teman-teman dari berbagai kampus di Indonesia yang memiliki motivasi besar untuk maju. Sedangkan keikutsertaan dalam berbagai even lomba telah memberinya pengalaman, rasa percya diri, networking dengan berbagai kalangan.

Menanggapi keberhasilan tersebut, Drs. Surya Darmawan, MM Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan menyambut baik. Iapun menyampaikan bahwa keikutsertaan mahasiswa pada berbagai lomba juga bermanfaat untuk aktualisasi diri dalam menyampaikan karya kepada publik. Membuat maket merupakan kemampuan mendasar mahasiswa untuk menuangkan ide dan karya dalam bentuk tiga dimensi. Hal ini sangat perlu dalam studi modelling, tambahnya.