TVRI Jogja Apresiasi Film Karya Mahasiswa UTY

Andri Prasetyo Yuwono, M.I.Kom (tengah), Deby Dwi Elsha, M.A. (nomer 4 dari kiri) bersama mahasiswa Prodi Ilkom UTY usai wawancara/diskusi di TVRI Jogja

TVRI Stasiun Yogyakarta (TVRI Jogja) mengapresiasi upaya  para mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) yang telah sukses berkreasi dengan memproduksi film dokumenter dengan mengusung isu-isu sosial yang layak untuk diperhatikan.  Adapun bentuk apresiasi  terhadap  kreatifitas tersebut, para mahasiswa UTY beserta Dosen Pembimbing diundang TVRI Jogja dalam program Sosialika yang diselenggarakan Kamis (27/6/2018).

Film Penjual Jamu

Pada sesi pertama, Sosialika diisi dengan diskusi yang berfokus pada film “Si Penjual Jamu”. Film pendek berjenis dokumenter ini diproduksi untuk memenuhi tugas perkuliahan Komunikasi Interpersonal. Di luar dugaan, film yang mengangkat kisah penjual jamu tradisional yang berusia senja ini mampu menghasilkan karya melebihi ekspektasi dengan detail yang rinci dan kemampuan teknis yang mumpuni. Syifa Bunga dan Awanda Septian Dani hadir mewakili tim produksi yang telibat. Syifa menyatakan bahwa proses produksi film membutuhkan adanya kemampuan komunikasi yang baik untuk dapat berinteraksi dengan karakter dalam film. Selain itu, survai pra produksi juga perlu dilakukan untuk mempersiapkan segala kebutuhan produksi. “Kami harus cermat merencanakan dan melaksanakan proses produksi. Terlebih lagi, kebutuhan teknis perlu disiasati dengan cerdas karena perlu disesuaikan dengan dana produksi yang terbatas,” tambah Awanda.

film Olo Ketoro

Sesi kedua dilanjutkan dengan diskusi film fiksi pendek berjudul “Olo Ketoro”. Film ini merupakan hasil keaktifan mahasiswa dalam kegiatan Studi Klub Film Prodi Ilmu Komunikasi. Berangkat dari kegelisahan mahasiswa dalam mengamati permasalahan social dan budaya, “Olo Ketoro” mengangkat kisah tentang perbedaan budaya yang menimbulkan adanya stereotip dalam lingkungan pergaulan di kalangan pemuda. Muh Nabil, FX Adherio dan Novaldi Hawali yang hadir mewakili tim produksi menyampaikan keseruan yang mereka temui dalam proses pembuatan film. “Adanya stereotip yang kurang baik terhadap masyarakat pendatang yang berasal dari Wilayah Indonesia Timur membuat kami tergerak untuk meyakinkan masyarakat luas bahwa stereotip itu tidak benar. Kami berteman baik dengan teman-teman dari berbagai daerah dan pertemanan itu memberikan dampak positif,” jelas Muh Nabil.

Andri Prasetyo Yuwono, M.I.Kom selaku dosen pembimbing dan pengampu mata kuliah menyatakan bahwa tujuan terlaksananya produksi film sebagai bagian dari proses belajar mengajar ini adalah untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa agar dapat mempraktekan ilmu yang sudah di dapat secara nyata. “Tentu saja, dengan menghasilkan karya film, mahasiswa tidak hanya belajar mengenai teori komunikasi tetapi juga terjun langsung kelapangan untuk berinteraksi dengan masyarakat luas. Selain itu, karya ini dapat menjadi sarana penyebaran informasi yang sangat berguna baik bagi lingkungan akademis maupun khalayak luas,” jelasnya.

Sedangkan Dosen Pembimbing Klub Film, Debby Dwi Elsha, M.A, menyatakan kebanggaanya terhadap inisiatif mahasiswa atas kondisi sosial yang terjadi. “Kegiatan produksi film ini patut untuk terus didukung untuk memfasilitasi kepedulian dan pemikiran kritis mahasiswa sebagai generasi penerus. ”Selanjutnya, film karya mahasiswa akan terus diproduksi untuk sarana edukasi dan kritik yang membangun kemajuan sosial.