Menristekdikti di UTY, “Peran Dosen di Era Disrupsi Teknologi”

Menristekdikti RI Prof. H. Muhammad Nasir, PhD, Akt menyampaikan kuliah umum di UTY

Bertempat di Kampus 1 Universitas Teknologi Yogyakarta, Sabtu (4/8/208) Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI, Prof. H. Mohammad Nasir, Ph.D., Ak  menyampaikan general lecture dengan tema “Peran Dosen/Tenaga Pendidik di Era Disrupsi Teknologi.” Kuliah tersebut diberikan usai menyaksikan penandatangan MoU antar UTY dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Pemerintah Kabupaten Sleman, PT. Pupuk Indonesia Energi, PT. Bhakti Tamara, PT. Asian Profile Indosteel, PT. Istana Mobile Surabaya Indah, PT. Sekawan Bhakti Intiland, PT. Metrodata Electronics, Tbk, dan National Hospital Surabaya.

Dalam paparannya Muhammad Nasir menanggapi kemajuan teknologi yang sangat mempengaruhi berbagai aspek khususnya ekonomi industri, yang telah memberikan banyak dampak positif bagi Indonesia. Berdasarkan data Global Competitiveness Indonesia berada pada posisi 36 dari total 137 negara. Hal ini menunjukkan bahwa pada Indonesia mampu bersaing di ranah global. Dilihat dari pengguna internet, jumlah pengguna internet di Indonesia menempati rangking ketiga dunia. Namun sayangnya, perubahan dinamis dalam dunia internet tersebut belum diikuti dengan dinamisnya pertumbuhan ekonomi. Pada perubahan yang dinamis ini, sangat dibutuhkan mutu edukasi dan pelatihan yang lebih tinggi. Kualitas pendidikan akan mendukung bidang keilmuan dan teknologi sehingga mampu mendorong kemajuan ekonomi secara merata di seluruh Indonesia, ungkap Muhamad Nasir. Sejalan dengan hal itu, sangat diperlukan jalinan kerjasama antar dunia pendidikan dengan dunia usaha , guna menghasilkan SDM yang siap terjun ke dunia industri dengan tantangan Era Disrupsi Teknologi, jelasnya.

Untuk itu Mohamad Nasir sangat mengapresiasi langkah UTY yang telah menjalin kerjasama dengan sejumlah Institusi, dan berbagai industri yang dituangkan secara resmi melalui MoU, sebagaimana yang ditandatangani hari ini. Dengan MoU tersebut ia menyarankan agar orang-orang industri yang berpengalaman langsung pada menangani industri saat ini, dan memahami secara riil bisnisnya memberikan kuliah di perguruan tinggi. Sehingga perguruan tinggi dapat dapat mempersiapkan SDM dengan kemampuan mengelola industri model terkini. Di sisi lain nantinya industri juga akan diuntungkan dengan tersedianya lulusan yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Kepada para dosen UTY, Muhamad Nasir mendorong untuk terus meningkatkan kualitas dan inovasinya, sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat. Menurutnya, guna menghasilkan lulusan yang memiliki daya saing tinggi dan siap berkompetisi di era revolusi industri 4.0 dibutuhkan dosen dengan kemampuan inti yang kuat, inovatif, kreatif dan komunikatif. Sehingga dosen merupakan faktor penting yang memiliki perana strategis bagi suatu perguruan tinggi dalam menyiapakan SDM, khususnya di era digitalisasi saat ini.

Dalam menghadapi revolusi industri saat ini, dosen juga harus mengikuti program kompetensi inti yang sesuai dengan kebutuhan revolusi industri 4.0. Begitu pula pola pembelajaran tidak bisa lagi memakai pola yang lama. Dosen harus mampu mengikuti perkembangan teknologi, pesan Muhamad Nasir.