Tingkatkan Minat Produksi Film Dengan Bedah Film

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UTY dengan antusias menyimak paparan para narasumber dalam bedah film 'Olo Ketoro"

Menindaklanjuti kegiatan produksi film yang menjadi salah satu keaktifan mahasiswa dengan berbasis minat dan kreatifitas mahasiswa, Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAKOM) Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) mengadakan acara Bedah Film “Olo Ketoro”. Acara diselenggarakan di Plaza Kampus 1 UTY pada Sabtu 6 Oktober 2018 lalu.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber ahli di bidang film Agustinus Dwi Nugroho, S.I.Kom., M.Sn., para pembuat film yang terdiri FX Adherio, Novaldi Hawali dan Muhammad Nabil. Dimoderatori oleh dosen yang juga berperan sebagai pembimbing Klub Film Debby Dwi Elsha, M.A., acara ini mengulas berbagai hal berkaitan dengan aspek naratif dan sinematik. Mengangkat tema sosial dan budaya, melalui film ini mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan pertama mengajak para penonton khususnya sivitas akademika UTY agar memiliki kepekaan dan kepedulian sosial untuk menjalin interaksi sosial tanpa membeda-bedakan suku dan etnis. Diskusi menjadi lebih menarik dengan adanya hiburan musik akustik mahasiswa.  

Hiburan musik akustik mahasiswa menjadikan diskusi menjadi lebih semarak

Diskusi menyeluruh yang membahas proses pembuatan film meliputi pra produksi, produksi dan pasca produksi memaparkan tahapan demi tahapan yang perlu diketahui oleh mahasiswa untuk menjadi sarana pembelajaran sehingga dapat turut aktif memproduksi film.Menanggapi film ini, Agustinus selaku akademisi dan praktisi film yang telah berpengalaman memproduksi berbagai film independen menyatakan apresiasinya terhadap karya kreatif mahasiswa. “Ide cerita mengenai permasalahan sosial seperti ini patut untuk diacungi jempol. Hal ini menunjukkan kepedulian mahasiswa terhadap kondisi lingkungan sosial. Upaya untuk menyajikan film yang menarik secara sinematik pun telah dilakukan. Dan tentu saja, perlu dilakukan latihan yang berkelanjutan untuk terus memproduksi film yang kualitasnya semakin baik lagi,” ungkapnya.

Dalam sesi tanya jawab, mahasiswa tampak antusias untuk mengetahui cara-cara praktis yang mampu menunjang kelancaran produksi. F.X Adherio selaku sutradara menjelaskan bahwa kesulitan pasti ditemukan saat melakukan produksi film, tetapi hal tersebut dapat diselesaikan dengan baik karena tim produksi yang solid saling mendukung untuk mencari solusi permasalahan serta tetap fokus demi kelancaran produksi. Kemampuan bekerja sama dalam tim sangat dibutuhkan agar proyek film dapat selesai sesuai dengan harapan dalam waktu yang telah ditentukan.

Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Andri Prasetyo Yuwono, M.I.Kom., sangat mendukung acara bedah film ini demi terwujudnya karya-karya kreatif dari mahasiswa yang dapat bermanfaat sebagai media pendorong perubahan sosial ke arah yang lebih baik. “Tidak hanya bermanfaat bagi mahasiswa, acara bedah film ini dapat memotivasi mahasiswa untuk turut berkarya. Sehingga kedepannya, akan lebih banyak film yang dihasilkan dan menyuarakan gagasan serta opini mahasiswa terhadap kondisi sosial budaya,” jelasnya.

Dalam rangkaian acara bedah film ini, diperkenalkan juga pengurus dan kegiatan HIMAKOM kepada mahasiswa baru. Tidak ketinggalan, mahasiswa juga menampilkan hiburan berupa sajian musik yang mengiringi kegiatan ramah tamah dan keakraban dalam sesi penyambutan mahasiswa baru.