Mahasiswa Ilmu Komunikasi UTY Juara 1 Lomba Reportase Tingkat Nasional
Mahasiswa Ilmu Komunikasi UTY Juara 1 Lomba Reportase Tingkat Nasional
Selamat kepada mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Teknologi Yogyakarta, atas nama Mohamad Nendra Narundana, angkatan 2025, atas prestasinya meraih Juara 1 pada Lomba berskala nasional, bertajuk Reportase Permasalahan Lingkungan, yang merupakan rangkaian dari kegiatan Jogja Public Relations Day (JPRD), yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Hubungan Masyarakat Muda (Perhumas Muda) Indonesia.
Dalam kompetisi ini, Nendra diketahui telah membuat sebuah Video yang menggaris bawahi tentang persoalan serius di Kota Yogyakarta, yaitu darurat sampah. Dalam videonya, Nendra dengan sangat baik telah mendorong dan mengedukasi masyarakat agar peduli dengan persoalan sampah.
Saat dimintai pendapatnya tentang kesan setelah mengikuti lomba ini, Nendra menuturkan bahwa ia merasa senang, bersyukur dan bangga, serta berharap agar warga yang tinggal di Yogyakarta, semakin peduli dan tidak mengabaikan persoalan sampah.
“Kenyamanan Jogja adalah tanggung jawab yang sering kita lupakan. Saya ingin video ini jadi cermin bagi kita semua bahwa darurat sampah ini nyata dan sangat dekat. Fokus saya adalah bagaimana pesan edukasi ini bisa sampai dan memicu aksi nyata, sekecil apa pun itu. Juara hanyalah bonus, tapi keberhasilan sebenarnya adalah saat kita mulai bergerak membenahi lingkungan sekitar demi masa depan kita dan anak, cucu kita nantinya” Ungkap Nendra.
Sementara itu, Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Teknologi Yogyakarta, Andri Prasetyo Yuwono, ikut menyampaikan selamat kepada mahasiswanya yang sukses meraih prestasi. Menurutnya, ini membuktikan bahwa mahasiswa Ilmu Komunikasi UTY, tidak kalah dengan mahasiswa dari perguruan tinggi yang lain, bahkan mampu menjuarai kompetisi berskala nasional.
“Selamat kepada Mohamad Nendra Narundana, atas prestasinya. Perlu diketahui, bahwa di Program Studi Ilmu Komunikasi UTY, kami mengajarkan materi-materi yang bisa langsung dipraktikkan dan digunakan, hal ini tercermin dalam kurikulum kami. Sehingga, apa yang diajarkan dapat memicu kreativitas dan inovasi mahasiswa”, ungkap Andri.


