Dosen Dan Mahasiswa UTY Lakukan Pelatihan Bagi Guru SLB

Dosen dan Mahasiswa UTY Lakukan Pelatihan Bagi Guru SLB

Dosen dan Mahasiswa UTY Lakukan Pelatihan Bagi Guru SLB


Tim pengabdian masyarakat Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY), kembali menggelar pelatihan. Kali ini, terdapat 3 dosen dan 2 mahasiswa dari UTY, yang menggelar pelatihan bagi Guru SLB Tunas Sejahtera, yang alami kesulitan melakukan pembelajaran daring, bagi siswa penyandang disabilitas. Adapun dosen yang melakukan pengabdian tersebut ialah Erlin Fitria, S.Pd, M.Pd dan Ulfa Amalia, S.Psi., MA, yang merupakan dosen dari Prodi Bimbingan dan Konseling, serta Irma Handayani, S.Kom., M.Cs, yang merupakan dosen dari Prodi Informatika. Selain itu, 2 mahasiswa UTY yang turut melakukan pengabdian tersebut, ialah Indah Novita Anggraini dan Kelik Tri Tirto Kusuma. Keduanya merupakan mahasiswa dari Prodi Bimbingan dan Konseling.


Pelatihan yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa UTY tersebut, mengangkat topik mengenai metode pembelajaran daring bagi siswa penyandang disabilitas, melalui media gem reflektif dan media screen cast to matic. Pelatihan ini, merupakan bentuk wujud implementasi, atas pendanaan/hibah pengabdian masyarakat dari Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional RI, yang diterima ketiga dosen tersebut pada tahun 2021.


Kegiatan pelatihan ini, telah dilaksanakan selama 3 hari, secara langsung di SLB Tunas Sejahtera, yang berlokasi di Margodadi, Sayegan, Sleman, DIY. Tentunya, selama proses pelatihan ini, telah diterapkan protokol kesehatan yang ketat. 


Erlin Fitria, menjelaskan bahwa, hal yang menjadi alasan utama, sehingga perlu dilakukannya pelatihan ini, ialah dikarenakan adanya keterbatasan guru SLB, khususnya SLB Tunas Sejahtera, dalam menggunakan media pembelajaran daring, yang sesuai bagi peserta didik dengan disabilitas.


 “Terdapat hal, yang kami rasa perlu dilakukan perbaikan, atas metode pembelajaran daring yang dilakukan oleh guru SLB Tunas Sejahtera selama ini. Selama pandemi covid-19 ini, kami mendapati informasi bahwa, proses pembelajaran daring di SLB ini, hanya dilakukan melalui aplikasi WhatsApp, dan tidak semua anak berkebutuhan khusus, yang merupakan peserta didik, adaptif dengan pola tersebut. Sehingga, kami rasa perlu dilakukan pelatihan sesegera mungkin, kepada setiap guru di SLB ini, mengenai metode pembelajaran daring yang tepat, bagi siswa penyandang disabilitas” ucap Erlin.


Lebih lanjut, Erlin menyatakan bahwa, selain pihak guru dari SLB Tunas Sejahtera, pihaknya juga mengundang orang tua siswa dari SLB tersebut. Hal ini perlu dilakukan, mengingat selama pembelajaran daring, orang tua siswa memiliki peran penting untuk melakukan pendampingan, agar proses pembelajaran dapat dilakukan secara maksimal.