KSPM UTY Bentuk Lifestyle Generasi Muda Berjiwa Investor

KSPM UTY Bentuk Lifestyle Generasi Muda Berjiwa Investor

Bertempat di Kampus 1 UTY, Unit Kegiatan Mahasiswa Kelompok (UKM) Studi Pasar Modal (KSPM) menyelenggarakan Diklatsar (Pendidikan dan Latihan Dasar). Kegiatan dilaksanakan pada hari Sabtu, 23 November 2019 dengan tema “Bersama KSPM Membentuk Generasi Muda Berjiwa Investor”.

Diklatsar KSPM sendiri merupakan ajang pembekalan ilmu kepada anggota baru. Dalam acara tersebut, calon anggota baru mendapatkan edukasi mengenai materi keorganisasian, dan dunia pasar modal. Materi-materi tersebut diberikan untuk memberikan pengetahuan dan bekal kepada anggota baru terhadap kondisi ekonomi yang sedang terjadi serta dapat menghindari apabila kondisi ekonomi terpuruk.

Pembina KSPM, Dra. Fran Sayekti, MBA.,Akt.,CA., dalam pembukaan Diklatsar menyampaikan bahwa pasar modal telah menjadi lifestyle masa kini. “Jadikan topik pembicaraan dengan membahas tentang pasar modal, seperti up date perkembangan harga saham dari berbagai perusahaan, perkembangan lingkungan bisnis,  dan topik sejenisnya menjadi lifestyle generasi milenial, khususnya di UTY,” ungkap Fran Sayekti.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Komunikasi, Drs. Rokhmat, M.M., Akt., dalam sambutan upacara pembukaan, menyampaikan apresiasinya kepada para mahasiswa yang tergabung dalam KSPM, yang dalam kesehariannya selalu mengikuti perkembangan lingkungan bisnis baik nasional maupun internsional serta pergerakan harga saham. Hal ini menjadi pembeda dengan generasi muda lainnya yang menggunakan media sosial sebatas chating, buka situs, atau bahkan buka berita-berita hoaks. Iapun berharap para mahasiswa yang tergabung dalam KSPM untuk terus memberikan edukasi terhadap masyarakat di lingkungan kampus.

Dalam acara Diklatsar itu, hadir sebagai pemateri keorganisasian adalah Luhur Sapto Pamungkas, ST., MT. Luhur menegaskan tentang opini yang menyebut mahasiswa yang aktif berorganisasi akan cenderung ketinggalan materi dikelas. Namun, faktanya hal tersebut tidak benar. Luhur Sapto mengatakan, “mahasiswa yang mengikuti organisasi punya pengalaman lebih dibanding yang lainnya, juga kecakapan yang dapat menunjang kenaikan nilai akademik. Jadikan organisasi sebagai tempat untuk belajar menggali kelebihan dan memahami kekurangan diri sendiri, guna mempersiapkan masa depan” papar Luhur dalam penyampaian materinya.

menu
menu